Siapa sangka perempuan berbadan kecil kayak anak SMP dan tingkah laku masih kayak anak SMA ini mau nikah? Teman - teman yang udah aku beritahu kagetnya bukan main. "Sumpaaah? Kau mau nikah? Astaga aduh shock aku" atau "Serius? Betulan?? Ah bohong kau" adalah beberapa dari reaksi mereka hahaha.
Aku sendiri memutuskan mau diajak nikah sama Mr. A tentunya bukan tanpa pertimbangan yang matang. Keraguan pasti ada (eeeh jangan bilang - bilang Mr. A ya hahaha) tapi keyakinan lebih mendominasi daripada keraguan yang ada. Mudah - mudahan diridhoi Allah SWT dan memang dia lah jodoh yang tepat buatku :) Amiiiin...
Kalo diingat - ingat lagi perjalanan cinta kami ini (matek kitaaa) bukan gak cukup panjang juga ya. Mulai pacaran dari 29 Juli 2008 sampai sekarang di bulan April 2014 alhamdulillah masih bersama. Ditambah mulai dari tahun 2010 kami harus LDR pula karena Mr. A dapet kerja di Jambi. Tapi mudah - mudahan jarak gak jadi masalah selama masih sama - sama saling percaya dan komunikasi tetap lancar.
Sebenarnya udah lama sih Mr. A bilang dia pengen nikah sama aku tapi apa daya pacarnya yang masih belia ini belum selesai kuliahnya. Orangtuaku maunya aku nikah setelah tamat kuliah, tentu itu maunya aku juga. Harus setiap step dulu terlewati buat ngejalani step selanjutnya. And here we are now... Skripsi on progress and wedding planning too. Pusing mikirin dua hal tersebut sekaligus? Ooo itu jelas... Gak perlu ditanya lagi sih sebenarnya hahaha. Tapi kepusingan itulah yang jadi salah satu kenikmatannya (apasih hahaha). Mudah - mudahan skripsi selesai tepat waktu dan pernikahan juga berjalan sesuai rencana. Amiiiiin ya Rabb...

No comments:
Post a Comment